Di hutan tempat tumbuhnya rotan, nilai ekonominya dapat membantu melindungi lahan hutan, dengan memberikan alternatif bagi para penebang kayu yang tidak menebang kayu dan malah memanen rotan. Rotan lebih mudah dipanen, memerlukan peralatan yang lebih sederhana, dan lebih mudah diangkut. Ia juga tumbuh jauh lebih cepat daripada kebanyakan kayu tropis. Hal ini menjadikannya alat yang potensial dalam pemeliharaan hutan, karena menghasilkan tanaman yang menguntungkan dan bergantung pada pohon, bukan menggantikannya. Masih harus dilihat apakah rotan dapat memberikan keuntungan atau manfaat yang sama dengan alternatif lainnya.[Rujukan]
Rotan terancam eksploitasi berlebihan karena pemanen memotong batang yang terlalu muda sehingga mengurangi kemampuan rotan untuk bertunas.1 Pemanenan rotan yang tidak berkelanjutan dapat menyebabkan degradasi hutan, mempengaruhi hutan secara keseluruhan layanan ekosistem. Pengolahan juga dapat menimbulkan polusi. Penggunaan bahan kimia beracun dan bensin dalam pengolahan rotan berdampak pada sumber daya tanah, udara dan air, dan pada akhirnya juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Sementara itu, metode produksi rotan yang konvensional mengancam pasokan jangka panjang tanaman dan pendapatan pekerja.
